https://anchor.fm/j-sudrijanta
Scheduled for May 4th, at 00.05 am

Dalam meditasi hari ini, Anda bisa mulai dengan langkah pertama dan kedua seperti dijelaskan pada episode 2.

Langkah 1:

Duduk dengan nyaman

Tutup mata. Atau buka mata sedikit dan tutup mata sedikit. Duduk dengan tegak dan relaks.

Nafas masuk lewat hidung dan nafas keluar lewat mulut. Kempiskan perut dan lepaskan ketegangan tubuh dan pikiran.

Langkah 2:

Nafas biasa. Nafas masuk lewat hidung dan keluar lewat hidung. Hembusan nafas lebih panjang dari tarikan nafas. Nafas masuk, perut mengembang; nafas keluar, perut mengempis. Kempiskan perut lebih pelan dan sedikit ditarik ke atas sampai terasa sensasinya di ulu hati.

Rasakan aliran nafas dari mikro detik ke mikro detik. Rasakan terutama aliran nafas dan sensasi di ulu hati secara lebih intens.

Langkah 3:

Mari kita cermati dan rasakan jeda keheningan pada tiga moment:

Moment pertama: jeda keheningan saat berhentinya nafas masuk dan sebelum nafas keluar.

Moment kedua: jeda keheningan saat berhentinya nafas keluar dan sebelum nafas masuk.

Moment ketiga: keheningan di balik gerak nafas.

Anda bisa menyadari setiap moment secara bergantian. Atau mengambil satu moment saja dan Anda sadari secara lebih intens, misalnya jeda keheningan antara saat berhentinya nafas keluar dan nafas masuk.

Janganlah berkonsentrasi. Lepaskan nafas sebagai objek konsentrasi. Itu seperti Anda melepaskan kerbau dari tali kekangnya dan membiarkan kerbau bebas makan dan bergerak di pada rumput. Anda bisa duduk tenang di bawah pohon sambil mengamati dari kejauhan. Seperti itulah Anda duduk tenang, tanpa ketegangan, sambil mengamati nafas.

Kembangkan kesadaran pasif-responsif, tanpa berfokus pada satu hal. Jadikan nafas sebagai alat bantu agar Anda masuk lebih dalam pada jeda keheningan.

Apabila terdapat perhatian pada nafas sebelum timbulnya pikiran, bila batin tidak bereaksi dengan seketika, bila ada selang waktu antara reaksi anda dan kesadaran tentang nafas, di situ terdapat jeda keheningan.

Jika ada jeda antara apa yang Anda sadari dengan reaksi Anda, entah hanya berlangsung beberapa detik atau mikro detik, maka di dalam jeda itu terdapat kejernihan. Pemahaman yang mencerahkan tidak bisa Anda undang. Pemahaman yang mencerahkan hanya datang bila terdapat kejernihan.

Jeda keheningan adalah otak yang baru. Reaksi seketika adalah otak lama. Biarkan otak Anda diperbaharui dari moment ke moment dalam jeda keheningan. Dan Anda akan hidup, bergerak dan ada secara berbeda, dari kedalaman.

(Bell)