Category: Video/Audio


https://anchor.fm/j-sudrijanta
Scheduled for May 18th, 2020 at 00.00 AM

Selamat datang di Rumah Keheningan

Lewat renungan, refleksi dan meditasi selama beberapa minggu ini, diharapkan, pertama, Anda sudah bangun, yang berarti hidup berkesadaran. Kedua, diharapkan Anda bisa melihat sendiri pohon keindahan dalam diri Anda tumbuh mekar. Dan Ketiga, diharapkan Anda tahu bagaimana hidup dan bertindak sehari-hari dari kejernihan, kedalaman dan kepenuhan hidup.

Apabila Anda sudah melakukan secara rutin yoga atau olah tubuh lainnya, meditasi, dan praktik berkolaborasi untuk membawa dunia ini kearah yang lebih baik, Anda telah melakukan praktik spiritual yang bukan hanya penting bagi pencerahan hidup Anda, tetapi juga bagi dunia.

Kita masuk sekarang pada episode terakhir dengan tema: The New Normal

(Bell)

Kehidupan pasca Covid-19 tidak akan pernah sama lagi dengan sebelumnya. Dulu apa yang kita anggap normal, sekarang ternyata tidak siap dalam menghadapi pandemi yang seperti ini. Kita musti terbuka untuk keadaan normal yang baru atau disebut the new normal. Ini berlaku di semua lini kehidupan. Kita akan menyaksikan tatanan baru dalam cara bekerja, berpolitik, menjalankan bisnis, menyelenggarakan pendidikan dan kesehatan, cara beragama, cara kita berelasi dengan alam, termasuk dalam kehidupan keluarga dan hidup pribadi.

The new normal sebenarnya sudah terjadi setiap saat dalam segala hal apabila kita sudah bangun secara spiritual.

Dalam setiap hal, selalu ada saat yang baru untuk yang pertama kali. Apapun yang kita lakukan, adalah selalu yang pertama kali.
Dalam meditasi Anda, coba lihat fakta ini. Setiap nafas selalu berbeda, tidak ada yang persis sama. Setiap nafas selalu yang pertama dan terakhir. Setiap langkah selalu berbeda; setiap langkah adalah langkah yang baru, selalu langkah yang pertama dan terakhir. Setiap pencecapan saat kita makan adalah selalu baru. Setiap kali meditasi selalu ada yang baru. Sebenarnya begitulah yang terjadi dengan semua pengalaman kita.

Mari kita jaga sikap ini sebagai latihan dalam hidup sehari-hari: Selalu ada untuk yang pertama kali. Setiap saat adalah yang pertama sekaligus terakhir. Setiap moment adalah moment yang segar dan baru.

Jika kita bisa memelihara sikap ini dalam semua hal yang kita lakukan, meskipun dilakukan berulang-ulang, kita akan melihat bahwa semua menjadi berbeda, semua adalah baru. Dengan begitu, hidup ini menjadi benar-benar terasa HIDUP. Bukankah ini yang kita rindukan, betul-betul hidup, fully alive?

Kedamaian dan kepenuhan hidup itu bukan tujuan hidup, tetapi tuntutan hidup kita sekarang. Jangan harap kalau Covid-19 sudah lenyap baru Anda damai. Kalau Anda damai dan bahagia dari dalam, tanpa dipengaruhi oleh situasi di luar, Anda bebas melakukan apapun tanpa rasa takut. Kedamaian adalah kesehatan Anda.

Hampir selalu kita mendekati hal-hal baru dengan instrument yang lama. Peristiwa selalu baru, pikiran selalu dari yang lama. Itulah mengapa kita perlu berlatih: bisakah pikiran berhenti ketika tidak sungguh diperlukan? Supaya apa? Supaya kita bisa menghadapi setiap peristiwa yang selalu baru dengan batin yang baru.

Kita punya kebiasaan bersikap lengah, sesuatu yang kita lakukan berulang-ulang bakalan terasa usang, terasa membosankan. Sikap lengah membuat kita lupa bahwa sebetulnya setiap tindakan yang kita lakukan adalah hal yang baru, selalu yang pertama sekaligus terakhir. Tidak ada dua hal yang sama-persis, karena setiap saat adalah saat yang baru.

Saya menyarankan pada Anda semua untuk mengambil sikap itu pada apapun yang Anda lakukan. Dan kedua, kembangkan sikap kelonggaran hati untuk menerima dan belajar hal-hal yang baru, termasuk the new normal yang dipercepat lajunya oleh Covid-19.

Hidup ini tiada putus-putusnya beranjak dari satu moment yang baru ke moment baru lainnya. Sehat atau sakit, usia tua atau muda, hidup atau mati hanyalah nama lain dari situasi baru yang terus berganti. Seperti roda yang terus bergerak, segalanya melaju dan terus berproses. Anda adalah bagian dari proses itu.

Nikmati setiap proses. Hasil apapun akan datang sebagai bonus.

Inilah saatnya kita perlu menjaga diri agar kita tetap hidup dan saling membantu untuk meringankan beban yang terasa lebih berat saat ini. Dan bagi Anda yang tidak mempunyai masalah dengan apa yang perlu Anda makan setiap hari, Anda bisa meningkatkan kualitas olah batin dan olah tubuh Anda.

Ini penting agar kita lebih siap untuk menari bersama gerak kehidupan yang baru dan selalu baru.

Peace and Blessings
(Bell)

Selamat datang di Rumah Keheningan

Setelah menyimak topik tentang Interbeing pada Interstisi 4, diharapkan Anda bisa lebih siap masuk pada Episode 6 yang berjudul Melihat dari Kacamata Interbeing.

Kesepiaan dan keterasingan eksistensial manusia begitu dalam. Cara berpikir dualistis paling bertanggung jawab atas penderitaan yang kita alami. Praktik berikut ini akan menolong kita untuk keluar dari jurang kesepian dan keterasingan, untuk bisa tersambung kembali dengan Ibu Bumi, Tuhan dan segala hal, selain terkoneksi kembali dengan hakikat diri kita sebagai makhluk interbeing.

Meditasi hari ini akan kita lakukan dengan cara menggabungkan meditasi berjalan atau disebut walking meditation dengan meditasi duduk. Kita hendak berlatih merealisasikan kenyataan dasar hidup kita bahwa kita selalu terhubung atau terkoneksi dengan segala hal. Kita akan berlatih melihat dalam-dalam, melihat dengan kesadaran murni, melampaui tabir pikiran.

  • Anda bisa mengambil tempat di halaman rumah atau lokasi di area rumah yang relative longgar. Apabila Anda mengambil tempat di luar rumah, temukan lokasi yang relative sepi sehingga tidak bertemu banyak gangguan kendaraan atau lalu-lalang orang. Yang penting Anda merasa aman dan nyaman.
  • Sebelum melangkah, mari kita berdiri tegak. Rasakan Ibu Bumi berada di bawah telapak kaki Anda, juga ada di dalam tubuh Anda. Anda adalah Ibu Bumi, Ibu Bumi adalah Anda. Rasakan soliditas Ibu Bumi tempat Anda berpijak. Biarkan soliditas Ibu Bumi menggetarkan soliditas tubuh dan batin Anda.
  • Kita lihat ke atas. Pintu langit terbuka untuk Anda. Rasakan getaran kemahaluasan langit di atas. Biarkan langit menggetarkan kemahaluasan ruang batin Anda.
  • Rasakan nafas Anda. Rasakan seolah bumi dan langit sedang bernafas untuk Anda dan Anda bernafas untuk bumi dan langit.
  • Setelah merasakan interkonseksi dengan bumi dan langit, silahkan mulai melangkah. Kita berjalan lebih pelan dari biasanya kita berjalan. Semakin pelan melangkah, semakin baik. Perhatian kita pada setiap langkah. Biarkan setiap langkah membawa Anda hadir secara penuh pada saat ini di sini.
  • Mari kita berjalan seolah-olah kita sedang mencium Ibu Bumi dengan telapak kaki kita. Rasakan sekarang seolah-olah Ibu Bumi sedang merasakan vibrasi tubuh dan batin Anda lewat telapak kaki Anda. Ibu Bumi adalah seperti sel tunggal dan Anda adalah salah satu bagian dari tubuh organiknya. Ibu Bumi ada di luar, juga ada di dalam. Anda adalah Ibu Bumi, Ibu Bumi adalah Anda.
    • Setiap kali Anda bisa berhenti sejenak. Rasakan interkoneksi Anda dengan Ibu Bumi. Rasakan dan sadari sensasi seluruh tubuh. Amati setiap perasaan atau pikiran. Rasakan seolah-olah Ibu Bumi sedang merasakan vibrasi tubuh Anda, perasaan dan pikiran Anda, dengan kesadaran murni yang Anda pakai untuk merasakan vibrasinya.
    • Anda bisa berhenti sejenak dan melihat lebih intens sekuntum bunga atau pohon di taman. Lihatlah awan yang bergerak melintasi bunga-bunga di taman. Tanpa awan, tidak ada hujan. Tanpa hujan, tidak ada tanaman yang menumbuhkan bunga. Maka di dalam keindahan bunga, ada awan, hujan, pekerja, sampah yang diolah menjadi pupuk, dan masih banyak elemen lain di luar bunga. Rasakan seolah-olah bunga di taman sedang memandang keindahan Anda dengan mata yang Anda pakai untuk memandangnya.
    • Setiap kali ada objek tertentu yang memanggil Anda untuk berhenti, berikan perhatian lebih intens dan lihatlah dari perspektif interbeing.
    • Disarankan Anda melakukan latihan ini lebih dari 15 menit.
    • Setelah Anda merasa cukup, kembalilah ke matras meditasi Anda dan lanjutkan dengan meditasi duduk.
    • Sekarang lihatlah tubuh dan batin Anda dari perspektif interbeing. Rasakan seolah alam semesta sedang memandang diri Anda dengan mata kesadaran murni yang Anda pakai untuk memandangnya. Alam semesta membantu Anda untuk melihat segala hal secara berbeda, baik hal-hal di dalam tubuh dan batin maupun hal-hal di luar Anda.
    • Anda bisa mengganti alam semesta dengan Tuhan, Krishna, Sang Buddha, Kristus, atau Pusat Keilahian di dalam, apabila itu bisa membantu Anda.
  • Lakukan latihan ini sebanyak dan selama Anda kehendaki.

Peace and Blessings

(Bell)

https://anchor.fm/dashboard/episode/edv1ui

Segala sesuatu, termasuk hidup kita, berada selalu dalam keterhubungan dan saling mempengaruhi. Tidak ada satu pun fenomena yang soliter, yang bisa hidup sendirian tanpa bergantung satu dengan yang lain.

Ilmu pengetahuan menemukan bahwa DNA kita sebagai manusia hanyalah 10%. Sebanyak 90% elemen yang membentuk tubuh kita berasal dari elemen-elemen yang bukan manusia. Begitulah temuan Lewis Thomas, seorang pakar Biologi yang hidup tahun 1913-1993.

Berikut penjelasannya lebih jauh.

Setiap atom dalam tubuh kita berusia milyaran tahun. Hidrogen, elemen yang paling banyak kita jumpai di alam semesta dan juga dalam tubuh kita, dihasilkan oleh dentuman besar 13,7 milyar tahun lalu. Karbon dan oksigen yang ditempa pada bintang-bintang antara 7-12 milyar tahun lalu menyebar melintasi ruang angkasa ketika terjadi ledakan bintang-bintang. Itu artinya komponen tubuh Anda berusia sangat kuno: Anda adalah debunya bintang-bintang.

Tubuh kita dihuni oleh organisme amat kecil yang jumlahnya hamper tak terbatas. Setiap manusia memiliki lebih dari 10 trilyun sel, tetapi 10 kalinya lebih banyak adalah bakteri. Artinya, tubuh Anda menjadi rumah bagi trilyunan bakteri. Kebanyakan tidak berbahaya dan sebagian bersifat simbiosis.

Tanpa organisme ini, menurut Lewis, kita tidak akan bisa “menggerakkan otot, mengetuk-ngetukkan jari, atau memikirkan sesuatu.” Tubuh kita adalah sebuah komunitas. Tanpa mereka semua, kita tidak bisa di sini saat ini. Tanpa mereka, kita tidak bisa berpikir, merasa, atau berbicara.

Ibu bumi bukanlah sekedar organisme. Ini terlalu besar, terlalu kompleks, terlalu banyak bagian yang bekerja dengan keterhubungan dan kebergantungan satu dengan yang lain yang tak terlihat. Ibu bumi bukanlah organisme, tetapi paling mirip seperti sel tunggal. Dan Anda adalah bagian dari sel itu.

Itulah temuan Lewis Thomas yang bisa Anda simak dalam tulisannya The Lives of A Cell. Temuan ini memperkuat pandangan spiritual yang sudah berusia ribuan tahun bahwa manusia, termasuk segala sesuatu, adalah makhluk interbeing. Artinya, kita ada seperti ini di sini, karena, hanya karena, adanya yang lain yang bukan kita. Tanpa adanya yang lain itu, kita pun juga tidak ada. Itulah interbeing.

Anda bisa ada di sini saat ini karena nenek moyang,  orang tua, guru-guru spiritual, keluarga dan komunitas Anda juga hadir dalam tubuh dan batin Anda sekarang. Kalau mereka tidak hadir di sini saat ini, Anda pun juga tidak ada di sini saat ini. Anda, nenek moyang, guru-guru spiritual, keluarga dan komunitas Anda adalah interbeing.

Kita banyak menderita bukan karena kejadian-kejadian tidak enak yang menimpa kita, tetapi  pertama-tama karena karena ego atau keakuan kita masih kuat bercokol. Mengapa ia ada? Ia ada karena pikiran yang terdelusi masih ada. Dan mengapa pikiran terdelusi masih ada? Ia ada karena kotoran-kotoran batin masih ada. Ego, pikiran dan kotoran batin adalah interbeing.

Bagi kebanyakan dari kita, kebenaran ini sekedar sebagai gagasan intelektual belaka, bukan sebagai pengalaman actual.

Mengapa demikian?

Kelekatan kita dengan pikiran begitu kuat. Pikiran kitalah yang memilah-milah dan memotong keseluruhan menjadi bagian-bagian yang terpisah dan tidak berhubungan. Seolah itulah kebenaran. Padahal sesungguhnya itu hanya ada di benak kita, bukan sebagai kenyataan. Pikiran selamanya bersifat dualistic dan tidak pernah bisa menembus realitas kesatuan atas segala hal.

Pikiran kita tidak bisa dipakai untuk menjangkau kebenaran ini. Meskipun pikiran tidak mampu menangkapnya, kita tetap bisa mengerti kebenarannya. Kita juga bisa masuk secara aktuil dalam jaringan interkoneksi hidup kita dengan segala hal. Karena itulah hakikat hidup kita sebagai interbeing.

Meditasi Episode 6 akan menghantar Anda ke sana.

(Bell)

Peace and Blessings

Dalam meditasi hari ini, silahkan memakai panduan langkah pertama dan kedua dari episode 4.

Langkah 1:

Anda bisa melakukan pemanasan dengan Power Breathing. Di lain kesempatan Anda bisa melakukan selama 15 menit. Namun saat ini kita hanya melakukan dalam beberapa menit. Silahkan dilakukan sekarang. …

Ambil nafas panjang dan sadari sensasi di sekitar ujung kepala. Hembuskan pelan-pelan dan sadari sensasi di sekitar tulang ekor.

Langkah 2:

Nafas biasa lewat hidung. Hembusan nafas lebih panjang dari tarikan nafas. Rasakan dan sadari sensai keseluruhan tubuh. Sambil menyadari sensasi, kempiskan perut saat menghembuskan nafas sampai tidak ada udara terjebak dalam perut. Cara ini membantu menjebol kendali pikiran atas nafas dan tubuh. Apabila Anda melakukan dengan lebih pelan dan relaks, pikiran akan mereda dan batin akan menjadi lebih relaks. Rasakan rasa kehadiran Anda saat ini di sini. Ada rasa kehadiran yang mantap, solid, terpusat pada kedalaman, dan terbuka terhadap segala hal.

Langkah 3:

Sadari apa saja yang tertangkap oleh kesadaran. Itu bisa segala hal yang terhubung dengan kelima indra: apa yang terdengar telinga, terlihat mata, tersentuh kulit, tercecap lidah dan tercium hidung. Juga segala hal yang terhubung dengan batin Anda: pikiran, perasaan dan reaksi-reaksi mental.

Apabila Anda merasa tidak nyaman atau tegang, cukup rasakan dan sadari. Ia akan reda dengan sendirinya.

Apabila dalam waktu yang lama ketegangan tidak juga mereda atau justru menjadi lebih tegang, periksa batin Anda. Apakah sudah timbul keinginan?

Keinginan buta adalah keserakahan. Tidak terpenuhinya keserakahan menimbulkan api kebencian atau kekesalan. Keserakahan dan kebencian keduanya bersumber dari kegelapan batin.

Setiap kali periksa batin Anda, apakah terdapat keinginan buta untuk mengejar sesuatu, untuk mendapatkan hasil. Keheningan, misalnya.

Apabila merasakan keheningan sesaat, maka keserakahannya tumbuh bertambah besar untuk mendapatkan moment keheningan yang lebih panjang.

Apabila moment keheningan itu tidak kunjung muncul, timbullah kejengkelan yang kemudian berkembang menjadi kejengkelan terhadap diri sendiri. Lalu muncul pikiran, “Aku tidak bisa meditasi. Aku tidak cocok dengan meditasi. Lebih baik aku berhenti.”

Keserakahan dan kebencian yang berkembang dalam meditasi itu bersumber dari ego atau ke-aku-an. “Aku ingin ini atau itu. Aku tidak mau ini atau itu”. Keakuan itulah sumber kegelapan batin. Keserakahan dan kebencian hanya bisa tumbuh di ladang kegelapan batin.

Meditasi yang dilakukan dalam kegelapan batin akan justru menambah kotoran batin, membuat penderitaan baru. Maka periksa setiap kali ketiga hal ini di awal, di tengah dan di akhir meditasi: apakah ada keserakahan, kebencian dan keakuan?

Anda tidak perlu berupaya untuk mencapai sesuatu yang Anda inginkan. Anda tidak perlu berjuang  untuk melepas apapun yang Anda benci. Anda tidak perlu ngotot. Itu semua tidak diperlukan dalam meditasi.

Anda hanya perlu satu hal: sadar terus-menerus, secara kontinyu, tanpa putus, dalam waktu yang relative lama, dan –yang tidak kalah penting–relaks.

Bila bertemu dengan sesuatu yang menggetarkan atau memukau, disadari saja. Jangan ada keinginan untuk mencengkeram keindahan yang hanya sesaat itu.

Bila bertemu dengan celotehan pikiran, disadari saja. Jangan jengkel, jangan ingin menolaknya.

Bila bertemu dengan rasa bosan, bingung atau gelisah, disadari saja. Jangan cepat-cepat menyerah.

Dengan menyadari secara lebih intens, tanpa tegang, secara terus-menerus, dalam waktu yang lama, pengalaman apa saja dengan tubuh dan batin, Anda sedang berkontak langsung dengan diri Anda sendiri. Dari situ timbullah pengetahuan yang benar tentang diri Anda sebagaimana adanya.

Praktik kesadaran seperti ini akan membersihkan kotoran batin. Apabila kotoran batin dibersihkan, dengan sendirinya penderitaan dihapuskan. Dan keindahan akan datang dengan sendirinya tanpa perlu diharapkan atau dikejar.

 

(Bell)

Peace and Blessings

https://anchor.fm/j-sudrijanta
Scheduled for May 7th at 00.00 am

Mari kita bermeditasi.

Langkah 1:

Kali ini kita akan membuat langkah pemanasan dengan melakukan power breathing. Power Breathing adalah metode bernafas dengan relaif lebih cepat seperti kita membuang ingus. Duduklah dengan tegak dan relaks. Pejamkan mata pelan-pelan. Sekarang buang nafas seperti membuang ingus. Perhatian pada pembuangan nafas lewat hidung. Hiraukan tarikan nafas.

Tarik nafas yang panjang. Tahan nafas dengan relaks. Hembuskan nafas pelan-pelan. Kempiskan perut. Rasakan sensasi di sekitar tulang ekor.

Langkah 2:

Nafas biasa. Nafas masuk lewat hidung dan keluar lewat hidung. Hembusan nafas lebih panjang dari tarikan nafas. Rasakan dan sadari sensasi keseluruhan tubuh lewat kulit terluar Anda. Setiap kali menghembuskan nafas, Anda bisa mengempiskan perut dan relakskan tubuh, relakskan pikiran. Sadari kembali sensasi keseluruhan tubuh lewat kulit terluar Anda.

Langkah 3:

Sambil menyadari sensasi keseluruhan tubuh, realisasikan ruang kesadaran yang maha luas melampaui tubuh Anda. Ruang kesadaran ini melingkupi Anda dengan sempurna.

Anda juga bisa menyadari ruang di antara kedua alis mata. Rasakan ruang yang maha luas pada lapisan dalam. Realisasikan bahwa ruang kesadaran yang maha luas ini juga meresapi setiap sel, atom dan partikel yang membentuk tubuh Anda.

Sekarang lihatlah apa saja yang tertangkap kesadaran tanpa reaksi pikiran. Simaklah apa saja dari ruang kesadaran ini. Menyimak dengan cara demikian mempunyai efek luar biasa tanpa usaha pikiran.

Janganlah menamai atau melabeli. Janganlah berkomentar atau menanggapi. Janganlah menilai. Janganlah melawan atau menghindar. Itu semua adalah alih perhatian dari ruang kesadaran, alih perhatian dari jeda keheningan, alih perhatian dari sadar pasif-responsif. Cermati dan sadari setiap gerak alih perhatian ini.

Dengan bertahan pada ruang kesadaran yang mahaluas, tanpa reaksi apapun, terdapat energy yang membersihkan seluruh konflik dan kontradiksi dalam batin Anda.

Wujud tertinggi dari energi ini adalah keadaan batin yang di situ ia tidak mengenal fragmentasi, tidak memiliki emosi, tidak memiliki pikiran, tidak ada reaksi-reaksi mental. Ia adalah energi murni.

 

Kualitas energy ini tidak bisa dicari. Ia datang apabila pemborosan energy lewat konflik-konflik dan kontradiksi dikenali dan berakhir.

 

Peace and Blessings

(Bell)

 

 

https://anchor.fm/j-sudrijanta
Scheduled for May 7th at 00.00 am

Setiap orang hidup dengan keterbatasannya masing-masing. Namun semua orang dilahirkan dengan potensi yang sama untuk mencapai pencerahan tertinggi. Artinya, apabila Kristus atau Sang Buddha bisa mencapai tingkat pencerahan tertinggi 1.000 atau mendekati 1.000, kita pun punya potensi yang sama seperti mereka.

David R. Hawkins, PhD (Power vs Force, The Hidden Determinants of Human Behaviour, 2012), dengan menggunakan metode kinesiologi atau “tes reaksi otot”,  mengukur tingkat kesadaran manusia dengan skala kesadaran dari 0 – 1.000. Angka 0 menunjukkan tingkat kesadaran terendah, sedangkan 1.000 menunjukkan tingkat kesadaran tertinggi.

Mereka yang hidup dengan energi negatif, tingkat energi kesadarannya berada di bawah 175. Energi kesadaran paling rendah berada di angka 20, yaitu mereka yang didera rasa malu. Rasa bersalah 30; putus asa 50; rasa pedih 75; rasa takut atau cemas 100; rasa kecewa 125; kebencian atau rasa permusuhan 150; sombong atau suka menuntut 175.

Energi kesadaran orang akan berubah dari negatif menjadi positif, ketika orang menunjukkan keberanian. Energi yang dihasilkan oleh keberanian berada pada angka 200. Lebih jauh lagi, apabila orang bisa mengampuni, energi kesadarannya melonjak menjadi 350. Pengampunan atau pelepasan  membuka pintu bagi energi kesadaran yang lebih tinggi seperti pemahaman (400), kasih (500), sukacita (540), damai (600), dan pencerahan (700-1.000).

Lebih dari 80% populasi manusia di bumi ini, menurut david Hawkins, hidup dengan energy negative atau hidup di bawah skala 200. Apabila kita mengambil skala dibawah 500, jumlah nya mencapai 99%. Hanya 1% populasi dunia hidup dengan kasih, sukacita, damai dan batin yang tercerahkan sebagai energy kesadaran yang dominan.

Dimanakah Anda berada?

Apabila Anada berada pada skala di bawah 200, pastilah Anda bertemu dengan banyak kesulitan, konflik dan penderitaan dalam hidup.

Apabila Anda merasa cukup bahagia dan produktif, meskipun seringkali harus dibayar dengan sakit dan stress, Anda masuk pada skala antara 200-400.

Apabila Anda sedang berada pada puncak keberhasilan atau puncak pencapaian tanpa pergulatan dan stress sama sekali, Anda masuk pada skala anatara 400-500.

Apabila Anda mengalami pencapaian hidup yang luar biasa tanpa banyak usaha, seolah-olah alam semesta memberikan kepada Anda persis apa yang Anda butuhkan secara berkelimpahan, Anda masuk pada skala 500-600.

Di atas 600 sampai 1.000, Anda tidak membutuhkan apa-apa, kecuali menikmati damai, kepenuhan hidup dan pencerahan sampai pada tingkat sempurna.

Bagaimanakah kita bisa mencapai energy tertinggi apabila kita termasuk kelompok 80% populasi yang stuck atau terkunci dengan emosi negative? Atau bagaimanakah kita mencapai tingkatan energy kesadaran yang lebih tinggi apabila kita masuk pada kelompok 99% populasi manusia yang merindukan pencerahan sempurna?

Orang-orang dari berbagai tradisi spiritual yang sudah berjalan lebih dulu telah menunjukkan jalan itu. Itu bernama jalan pelepasan.

Pelepasan dari apa? Pelepasan dari kotoran-kotoran batin, dari penjara pikiran dan ego atau keakuan. Anda bisa mengganti istilah pelepasan ini dengan berserah, ikhlas, atau apapun yang Anda rasa lebih cocok.

(Bell)

TUGAS HARI INI

Refleksikan di manakah tingkat energy kesadaran Anda saat ini dan sejauh mana Anda memiliki komitment untuk mencapai pencerahan sempurna? Anda bisa mengganti istilah pencerahan di sini dengan istilah lain, misalnya pembebasan, keselamatan, atau keilahian.

Peace and Blessings

(Bell)

https://anchor.fm/j-sudrijanta
Scheduled for May 4th, at 00.05 am

Dalam meditasi hari ini, Anda bisa mulai dengan langkah pertama dan kedua seperti dijelaskan pada episode 2.

Langkah 1:

Duduk dengan nyaman

Tutup mata. Atau buka mata sedikit dan tutup mata sedikit. Duduk dengan tegak dan relaks.

Nafas masuk lewat hidung dan nafas keluar lewat mulut. Kempiskan perut dan lepaskan ketegangan tubuh dan pikiran.

Langkah 2:

Nafas biasa. Nafas masuk lewat hidung dan keluar lewat hidung. Hembusan nafas lebih panjang dari tarikan nafas. Nafas masuk, perut mengembang; nafas keluar, perut mengempis. Kempiskan perut lebih pelan dan sedikit ditarik ke atas sampai terasa sensasinya di ulu hati.

Rasakan aliran nafas dari mikro detik ke mikro detik. Rasakan terutama aliran nafas dan sensasi di ulu hati secara lebih intens.

Langkah 3:

Mari kita cermati dan rasakan jeda keheningan pada tiga moment:

Moment pertama: jeda keheningan saat berhentinya nafas masuk dan sebelum nafas keluar.

Moment kedua: jeda keheningan saat berhentinya nafas keluar dan sebelum nafas masuk.

Moment ketiga: keheningan di balik gerak nafas.

Anda bisa menyadari setiap moment secara bergantian. Atau mengambil satu moment saja dan Anda sadari secara lebih intens, misalnya jeda keheningan antara saat berhentinya nafas keluar dan nafas masuk.

Janganlah berkonsentrasi. Lepaskan nafas sebagai objek konsentrasi. Itu seperti Anda melepaskan kerbau dari tali kekangnya dan membiarkan kerbau bebas makan dan bergerak di pada rumput. Anda bisa duduk tenang di bawah pohon sambil mengamati dari kejauhan. Seperti itulah Anda duduk tenang, tanpa ketegangan, sambil mengamati nafas.

Kembangkan kesadaran pasif-responsif, tanpa berfokus pada satu hal. Jadikan nafas sebagai alat bantu agar Anda masuk lebih dalam pada jeda keheningan.

Apabila terdapat perhatian pada nafas sebelum timbulnya pikiran, bila batin tidak bereaksi dengan seketika, bila ada selang waktu antara reaksi anda dan kesadaran tentang nafas, di situ terdapat jeda keheningan.

Jika ada jeda antara apa yang Anda sadari dengan reaksi Anda, entah hanya berlangsung beberapa detik atau mikro detik, maka di dalam jeda itu terdapat kejernihan. Pemahaman yang mencerahkan tidak bisa Anda undang. Pemahaman yang mencerahkan hanya datang bila terdapat kejernihan.

Jeda keheningan adalah otak yang baru. Reaksi seketika adalah otak lama. Biarkan otak Anda diperbaharui dari moment ke moment dalam jeda keheningan. Dan Anda akan hidup, bergerak dan ada secara berbeda, dari kedalaman.

(Bell)

 

https://anchor.fm/j-sudrijanta

Apa artinya hidup dari kedalaman? Hidup, bergerak dan ada tidak berpusat pada pikiran, rasa perasaan emosi dan reaksi-reaksi mental, tetapi dari Terang Kesadaran melampaui pikiran. Itulah kedalaman hidup.

Bagaiamana mengakses kedalaman hidup ?

Ada banyak hal yang kita lekati. Sebagian membuat kita kecanduan. Ada yang kecanduan kopi, rokok, alcohol atau gadget, game, internet. Tetapi ada satu hal yang jarang orang sadari, yaitu kecanduan pikiran.

Berapa kali Anda berpikir dalam sehari? Menurut berbagai penelitan, diperkirakan ada sekitar 50.000 sampai 70.000 pikiran dalam sehari. Itu artinya kita memproduksi sekitar 30-50 pikiran dalam satu menit.

Dari jumlah tersebut, 80% pikiran sibuk dengan masa lampau, membuat kita cemas dan gelisah. Sejumlah 15% sibuk dengan masa depan, membuat kita takut. Pikiran ini bersifat mengulang-ulang, cenderung negative, tidak bermanfaat, dan sia-sia. Hanya 5% yang kita pakai untuk berkomunikasi, untuk bekerja dengan keahlian yang kita pelajari dan untuk menyelesaikan hal-hal praktis sehari-hari.

Akurasi dan metode penelitian ini banyak diperdebatkan. Tetapi jelas bahwa batin kita pepat dengan pikiran. Hanya 20% atau kurang dari waktu yang kita miliki kita nikmati dengan damai. Selebihnya adalah cerita tentang pergulatan bersama pikiran.

Rasio ini bisa diubah lewat latihan. Secara bertahap Anda bisa lebih damai 30%, 50%, 80% atau lebih.

Kunci dari latihan-latihan kita adalah diam. Diam bukan berarti sekedar tidak berbicara, tetapi berhentinya pikiran ketika tidak sungguh diperlukan. Setiap kali kita perlu berhenti dan membiarkan batin ini diam.

Pikiran adalah reaksi memori atas stimuli. Emosi adalah reaksi memori psikologis atas tantangan. Pikiran dan emosi selalu terbatas dan terkondisi, karena ia hanya reaksi atas memori yang juga terbatas dan terkondisi.

Terang kesadaran seharusnya menjadi sumber penggerak hidup kita, bukan pikiran. Ketika kita menjadikan pikiran sebagai sumber utama, maka kita menjadi reaktif dan kehilangan kedalaman hidup.

Keheningan adalah rumah Anda. Kebisingan pikiran adalah dunia di luar rumah Anda. Ingatkan setiap kali pada diri Anda sendiri agar Anda pulang ke rumah setiap kali Anda membutuhkan.

Diam sebelum bicara. Hening sebelum bertindak. Itulah latihan sederhana untuk memutus kebiasaan berpikir yang tidak bermanfaat.

TUGAS HARI INI

Setiap kali kita berhenti sekitar 3 menit setiap satu atau 2 jam, itu disebut peace time.

“Hari ini aku akan mengambil peace time setiap kali batin terasa penat oleh emosi atau pikiran.”

(Bell)

Peace and Blessings

https://anchor.fm/dashboard/episode/edd385

Scheduled for 4/30/2020 at 12:00 am.

Selamat datang di Rumah Keheningan.

Pada setiap Episode, Anda akan menerima panduan meditasi dan tugas harian.

Setelah selesai meditasi bersama, Anda disarankan untuk melanjutkan dengan meditasi mandiri minimal 15 menit.

 

Episode 2: Berlatih Sadar Pasif-Responsif

Mari kita mulai. Anda bisa duduk di kursi atau di lantai. Yang penting nyaman.

Langkah 1:

Mari kita pejamkan mata. Anda juga bisa membuka mata sedikit dan menutup mata sedikit.

Tarik nafas yang dalam lewat hidung dan hembuskan nafas lewat mulut. Sambil menghembuskan nafas, perut bisa dikempiskan dan lepaskan segala ketegangan.

Langkah 2: Sekarang nafas biasa. Nafas masuk hidung dan keluar lewat hidung. Hembusan nafas lebih panjang daripada tarikan nafas. Apabila Anda melakukan ini terus-menerus, secara alamiah Anda akan menjadi relaks. Nafas dengan sendirinya akan menjadi panjang, lembut dan dalam.

Langkah 3: Mari kita bertanya: Apa yang aku rasakan saat ini atau hari-hari ini? Apakah cemas, sedih, galau, bosan, getir, atau cukup tenang? Tidak penting apa yang Anda rasakan. Yang penting adalah cara Anda merasakan.

Rasakan apa yang Anda rasakan. Rasakan tanpa rasa takut. Merasakan sepenuhnya tanpa rasa takut adalah tindakan yang lengkap.

Cecaplah dalam-dalam rasa-perasaan Anda moment ini—seperti kegetiran misalnya. Cecaplah tanpa ingin mengubahnya.

Janganlah menghindar. Bertahanlah.

Janganlah mencoba untuk mencapai suatu keadaan tertentu selain dari apa yang Anda sedang cecap dan rasakan.

Semakin intens Anda mencecap, kegetiran atau kesakitan itu bisa semakin kuat. Tetapi semakin kuat sengat kegetiran atau kesakita, semakin kuat kesadaran Anda. Batin menjadi hidup dan intens, tanpa ketegangan. Di situ terdapat kejernihan, kepekaan, penerimaan, kelegaan.

Merasakan rasa perasaan dengan cara demikian, dengan nyaman, tanpa tegang, akan membawa perubahan yang tidak Anda kehendaki. Di situ terdapat keindahan luhur dan kedalaman pencerahan.

Maka teruslah untuk mencecap-cecap rasa-perasaan Anda. Tanpa mencari apapun yang lain.

Anda bisa melanjutkan latihan ini selama Anda menghendaki.

Apabila Anda merasa cukup, bawalah kedua telapak tangan Anda di dada dan ucapkan di hati  rasa syukur dan terimakasih pada diri Anda dan a lam semesta atas apa yang Anda alami.

 

TUGAS HARI INI: “Sepanjang hari ini setiap satu atau dua jam, aku akan berhenti sekitar 3 menit hanya untuk merasakan rasa perasaanku secara pasif-responsif.”

Pasif, karena aktivitas ini tidak menyertakan kegiatan pikiran; responsive, karena membangkitkan batin yang jernih, hidup, dan kreatif.

(Bell)

Peace and Blessings

Interstisi 1

https://anchor.fm/j-sudrijanta/episodes/Interstisi-1-edb96t

Inspirasi Rumah Keheningan dengan tema “Rahasia bagaimana mentransformasikan penderitaan secara mendasar dan hidup dalam keindahan dari moment ke moment” terdiri dari 7 episode. Secara bertahap akan disiarkan pada hari Senin dan Kamis pagi.

Apabila anda merasa bahwa inspirasi Rumah Keheningan bermanfaat, mohon Anda melakukan langkah berikut:

  1. Membantu menyebarkan sekurang-kurangnya kepada 3 orang dari jaringan Anda dan mereka menjadi anggota group Whatsapp Anda.
  2. Mintalah agar masing-masing anggota group Whatsapp Anda juga melakukan hal yang sama seperti Anda: menyebarkan kepada 3 orang lainnya. Begitu seterusnya.
  3. Dalam group tidak diperbolehkan melakukan chatting.
  4. Group hanya dipakai untuk dua fungsi:
    1. Pertama, untuk menyebarkan tautan yang diterima dari Rumah Keheningan.
    2. Kedua, untuk melaporkan bahwa Episode hari itu sudah didengarkan, sudah bermeditasi minimal 15 menit, dan tugas sudah dilaksanakan. Laporan hanya bertuliskan: “Episode X done”.
  5. Koordinator group disarankan untuk mengecek lewat japri (jalur pribadi) apabila anggotanya tidak membuat laporan dalam waktu 24 jam, agar bisa membantu yang mengalami kesulitan.
  6. Anggota diperbolehkan memberi informasi tentang pengalaman yang dialami, bertanya atau minta klarifikasi kepada coordinator hanya melalui japri.

 

Terimakasih atas kemurahan hatinya dalam berbagi.

Peace and Love