TAA, 61 tahun, Pengajar Meditasi Kesehatan, Jakarta.

Romo, saya mau menceritakan pengalaman saya setelah mengikuti retret. Saya sangat berterimakasih bahwa saya bisa mengenal romo, belajar meditasi tanpa objek, dan terlebih belajar dari pandangan-pandangan romo yang sesuai dengan jiwa saya.

Saya sudah bertemu satu kali untuk konsultasi pribadi pada waktu retret dan saya juga sudah menuliskan maksud dan tujuan saya untuk bisa mengikuti retret.

Saya mendapat buku Meditasi sebagai Pembebasan Diri dari seorang teman ketika suami saya meninggal. Buku inilah yang menggerakkan saya untuk mengikuti retret meditasi. Ketika saya mulai membaca buku ini, ada antusiasme yang sangat kuat dalam batin saya. Rasanya buku tersebut ingin saya baca terus sampai habis, walaupun ada rasa kantuk dan lelah karena malam sudah begitu larut.

Pada mulanya, saya agak sulit mengikutinya, karena baru pertama kali ikut retret semacam ini. Biasanya saya melakukan meditasi untuk tujuan kesehatan dan saya awam sekali dengan praktik meditasi dengan waktu yang panjang.

Setelah berjalan dua hari, saya mulai bisa masuk. Ada gejolak yang kuat dalam batin saya. Banyak kata-kata yang romo utarakan membuat batin saya ikut bergetar.

Saya mencapai keheningan yang luar biasa dan kedamaian yang dalam. Rasanya menjadi ringan dan seolah olah melayang layang di udara, di antara semak-semak, gunung, hutan dan lembah, yang pemandangannya terhampar di depan mata setiap pagi saat eating meditation.

Masih terasa intensitas keheningan batin ini hingga 3 – 4 hari setelah retret selesai.

Setelah kembali ke rumah, saya mulai membuka dan membaca buku karangan romo. Juga membaca kiriman 17 praktik kesadaran, yang tidak semua bisa saya serap isinya selama retret karena pendengaran saya kurang bagus.

Apa yang romo ajarkan sungguh sangat berguna bagi sesama manusia, terlebih mereka yang mengalami sakit yang berat, luka batin, dan penderitaan karena macam-macam pikiran.

Pengetahuan yang saya dapatkan ini, semaksimal mungkin akan saya teruskan untuk menolong mereka yang dikirim oleh alam kepada saya.

Melalui tulisan ini saya juga mau mengucapkan terimakasih banyak kepada panitia, yang telah bekerja menyiapkan semuanya sehingga saya bisa mengikuti retret ini dengan nyaman.

Seperti yang Romo katakan, tidak ada yang kebetulan. Semua kejadian seoalah sudah ada yang mengaturnya sehingga saya mengenal kelompok ini.

Saya menyediakan diri untuk membantu sebisanya untuk mempersiapkan retret berikutnya. Saya yakin, meditasi kesadaran dapat memberikan manfaat yang besar bagi generasi muda di bawah saya.

breathe and smile,

-TAA-