Archive for April, 2020


https://anchor.fm/dashboard/episode/edd385

Scheduled for 4/30/2020 at 12:00 am.

Selamat datang di Rumah Keheningan.

Pada setiap Episode, Anda akan menerima panduan meditasi dan tugas harian.

Setelah selesai meditasi bersama, Anda disarankan untuk melanjutkan dengan meditasi mandiri minimal 15 menit.

 

Episode 2: Berlatih Sadar Pasif-Responsif

Mari kita mulai. Anda bisa duduk di kursi atau di lantai. Yang penting nyaman.

Langkah 1:

Mari kita pejamkan mata. Anda juga bisa membuka mata sedikit dan menutup mata sedikit.

Tarik nafas yang dalam lewat hidung dan hembuskan nafas lewat mulut. Sambil menghembuskan nafas, perut bisa dikempiskan dan lepaskan segala ketegangan.

Langkah 2: Sekarang nafas biasa. Nafas masuk hidung dan keluar lewat hidung. Hembusan nafas lebih panjang daripada tarikan nafas. Apabila Anda melakukan ini terus-menerus, secara alamiah Anda akan menjadi relaks. Nafas dengan sendirinya akan menjadi panjang, lembut dan dalam.

Langkah 3: Mari kita bertanya: Apa yang aku rasakan saat ini atau hari-hari ini? Apakah cemas, sedih, galau, bosan, getir, atau cukup tenang? Tidak penting apa yang Anda rasakan. Yang penting adalah cara Anda merasakan.

Rasakan apa yang Anda rasakan. Rasakan tanpa rasa takut. Merasakan sepenuhnya tanpa rasa takut adalah tindakan yang lengkap.

Cecaplah dalam-dalam rasa-perasaan Anda moment ini—seperti kegetiran misalnya. Cecaplah tanpa ingin mengubahnya.

Janganlah menghindar. Bertahanlah.

Janganlah mencoba untuk mencapai suatu keadaan tertentu selain dari apa yang Anda sedang cecap dan rasakan.

Semakin intens Anda mencecap, kegetiran atau kesakitan itu bisa semakin kuat. Tetapi semakin kuat sengat kegetiran atau kesakita, semakin kuat kesadaran Anda. Batin menjadi hidup dan intens, tanpa ketegangan. Di situ terdapat kejernihan, kepekaan, penerimaan, kelegaan.

Merasakan rasa perasaan dengan cara demikian, dengan nyaman, tanpa tegang, akan membawa perubahan yang tidak Anda kehendaki. Di situ terdapat keindahan luhur dan kedalaman pencerahan.

Maka teruslah untuk mencecap-cecap rasa-perasaan Anda. Tanpa mencari apapun yang lain.

Anda bisa melanjutkan latihan ini selama Anda menghendaki.

Apabila Anda merasa cukup, bawalah kedua telapak tangan Anda di dada dan ucapkan di hati  rasa syukur dan terimakasih pada diri Anda dan a lam semesta atas apa yang Anda alami.

 

TUGAS HARI INI: “Sepanjang hari ini setiap satu atau dua jam, aku akan berhenti sekitar 3 menit hanya untuk merasakan rasa perasaanku secara pasif-responsif.”

Pasif, karena aktivitas ini tidak menyertakan kegiatan pikiran; responsive, karena membangkitkan batin yang jernih, hidup, dan kreatif.

(Bell)

Peace and Blessings

Interstisi 1

https://anchor.fm/j-sudrijanta/episodes/Interstisi-1-edb96t

Inspirasi Rumah Keheningan dengan tema “Rahasia bagaimana mentransformasikan penderitaan secara mendasar dan hidup dalam keindahan dari moment ke moment” terdiri dari 7 episode. Secara bertahap akan disiarkan pada hari Senin dan Kamis pagi.

Apabila anda merasa bahwa inspirasi Rumah Keheningan bermanfaat, mohon Anda melakukan langkah berikut:

  1. Membantu menyebarkan sekurang-kurangnya kepada 3 orang dari jaringan Anda dan mereka menjadi anggota group Whatsapp Anda.
  2. Mintalah agar masing-masing anggota group Whatsapp Anda juga melakukan hal yang sama seperti Anda: menyebarkan kepada 3 orang lainnya. Begitu seterusnya.
  3. Dalam group tidak diperbolehkan melakukan chatting.
  4. Group hanya dipakai untuk dua fungsi:
    1. Pertama, untuk menyebarkan tautan yang diterima dari Rumah Keheningan.
    2. Kedua, untuk melaporkan bahwa Episode hari itu sudah didengarkan, sudah bermeditasi minimal 15 menit, dan tugas sudah dilaksanakan. Laporan hanya bertuliskan: “Episode X done”.
  5. Koordinator group disarankan untuk mengecek lewat japri (jalur pribadi) apabila anggotanya tidak membuat laporan dalam waktu 24 jam, agar bisa membantu yang mengalami kesulitan.
  6. Anggota diperbolehkan memberi informasi tentang pengalaman yang dialami, bertanya atau minta klarifikasi kepada coordinator hanya melalui japri.

 

Terimakasih atas kemurahan hatinya dalam berbagi.

Peace and Love

By J. Sudrijanta

https://anchor.fm/j-sudrijanta/episodes/Episode-ke-1-Komitment-Spiritual-ecs519

“Awakening is the ultimate of religion. Religion is, not really, in believing something outside of your being. It is not in believing or following some authoritative figure, the church, temple, organization or any ideological system of belief. Religion is trusting in what is eternal within you.” –Banai Ray, Awakening Inner Guru

Secara rohani, hanya ada jenis manusia di bawah langit: mereka yang sudah bangun dan mereka yang masih tidur.

Bangun artinya mengalami kebangkitan atau keselamatan menurut tradisi Kristiani. Mengalami pencerahan menurut tradisi Buddhist. Mengalami pembebasan menurut tradisi Hindu. Mencapai Insan Kamil menurut Islam.

Bangun pada intinya berarti hidup dalam kesadaran baru dan tidak lagi menderita.

Tidur adalah kebalikannya: hidup dalam ketidaksadaran dan menderita.

Pada dasarnya hanya ada dua jenis kesadaran yang membentuk semua pengalaman manusia. Itu adalah kesadaran yang menciptakan penderitaan dan kesadaran yang melahirkan keindahan.

Kapan kita mengalami Keindahan hidup? Keindahan hidup kita alami pada moment-moment ketika kita mampu bersikap tenang di tengah kekacauan. Tetap damai di tengah konflik dan permusuhan. Tulus menerima kelemahan dan ketidaksempurnaan. Bisa merasakan sukacita melihat apa yang ada. Menjadi kagum bahwa segalanya akhirnya menjadi baik adanya.

Kebalikan dari Keindahan hidup adalah penderitaan. Anda bisa mengganti penderitaan dengan stress, galau, cemas, kesepian, takut, benci, marah, tidak berharga, putus asa, atau semua yang kita alami sebagai emosi negative.

Dua tipe kesadaran ini tidak mungkin bermanifest dalam waktu yang sama. Apabila kita memilih berjalan kearah selatan, tidak mungkin kita sekaligus berjalan kea rah utara. Demikian pula apabila kita memilih untuk menderita, tidak mungkin pada saat yang sama kita bahagia.

Pada tingkat manakah kita hidup dan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari? Pada hari-hari ini, apakah Anda hidup bersumber dari tingkatan kesadaran yang menciptakan penderitaan ataukah kesadaran yang membangkitkan keindahan?

Kesadaran yang menciptakan penderitaan kita sebut “ketidaksadaran”, sedangkan kesadaran yang membangkitkan keindahan kita namakan kesadaran asali atau kesadaran murni.

Ada “ketidaksadaran” terpendam di benak kita yang mengatakan, “Aku adalah tubuh, pikiran, emosi, dan energy. Tubuh, pikiran, emosi, dan energy adalah aku atau milkku.” Tidak. Siapa Anda yang sesungguhnya melampaui tubuh, pikiran, emosi dan energy.

Kita lupa kebenaran spiritual ini, bahwa “Kita bukanlah manusia yang memiliki pengalaman spiritual. Kita adalah makhluk spiritual yang memiliki pengalaman manusia.” Begitulah temuan seorang Jesuit Paleontolog awal abad 20, Pierre Teilhard de Chardin. (Pier Teyard de Shardong).

Kita semua adalah makhluk spiritual yang memiliki tubuh fisik, pikiran, emosi, dan energy. Anda bisa mengganti makhluk spiritual dengan jiwa, spirit atau roh, terang kesadaran atau kesadaran murni.

Lupa akan identitas asali kita adalah bentuk ketidaksadaran dan semua pengalaman penderitaan manusia berakar dari ketidaksadaran ini.

Inilah rahasia dari kekuatan kesadaran. Semakin dalam kita tersambung dengan kesadaran asali, semakin terasa indah hidup kita. Sebaliknya, semakin jauh dari kesadaran asali—yang berarti kita hidup dalam “ketidaksadaran”–semakin kuat sengat penderitaan kita.

Apabila kita hidup dalam keindahan, secara alamiah kita akan hidup lebih sehat; pikiran lebih jernih dan terbuka pada cakrawala lebih luas; emosi lebih terkendali; hati kita menjadi lebih peka; dan vitalitas energy dari dalam membuat hidup kita lebih bergairah.

Hidup dalam keindahan membuat segala sesuatu terhubung, terkoneksi, dan sinkron dengan impian kita. Sinkronisitas adalah keterhubungan peristiwa-peristiwa yang selaras dengan intensi kita. Itu terasa seperti alam semesta sedang membawa berkah kebaikan untuk hidup kita sesuai dengan hasrat terdalam yang kita harapkan.

Hidup dalam keindahan membuat kita lebih kreatif. Kita mengeluarkan energy lebih sedikit tetapi menghasilkan pencapaian jauh lebih banyak. Solusi cerdas atas suatu masalah muncul begitu saja. Hubungan-hubungan lama yang menyakitkan disembuhkan dan hubungan-hubungan baru diperkuat. Orang atau kesempatan datang tepat pada saat kita membutuhkan. Kita menyaksikan banyak orang dan segala makhluk saling berbagi keindahan hidup.

Inti dari keindahan hidup adalah berhentinya mekanisme “ketidaksadaran” dalam diri kita dan lalu kita hidup dari kedalaman, dari kepenuhan. Kepenuhan dan keindahan dari dalam membuncah keluar, membuat orang tergerak untuk memberi dan memberi; tidak ada tempat untuk menuntut bagi kepentingan egois diri sendiri.

Banyak peristiwa terjadi yang membuat kita berdecak kagum. Kedamaian, keheningan, welas asih, sukacita, kemurahan hati, keberanian mengalir terus seperti air sungai. Kita dibuat bangun setiap kali dan melihat realitas kesatuan dan interkoneksi hidup kita dalam segala hal.

Bayangkan apabila lebih banyak orang bangun dan hidup dalam keindahan seperti ini. Mereka akan terkoneksi satu dengan yang lain, membentuk lingkaran-lingkaran kehidupan yang saling tersambung sebagai tubuh social yang kuat dan indah. Solidaritas, kolaborasi, kesatuan, inter-koneksi berfungsi seperti system kekebalan tubuh yang berfungsi menjadi benteng pertahanan social yang kuat dalam menahan goncangan krisis apapun.

Apakah Anda sungguh berminat menemukan keindahan hidup mulai saat ini? Kita akan melangkah bersama dan langkah pertama adalah komitment:

Maukah Anda berhenti memilih penderitaan setiap hari dan membiarkan pohon keindahan mekar dalam diri Anda?

(Bell)