Archive for January, 2020


Pesan Penting Kepada Dunia

By J. Sudrijanta, S.J.

 

“If we can really understand the problem, the answer will come out of it, because the answer is not separate from the problem.”—J Krishnamurti

 

Pernahkah Anda tidak bisa tidur karena batin pepat dengan masalah? Pikiran terus berputar tanpa kendali. Kepala pening. Leher ngelu Pundak kaku. Perut mual. Badan meriang. Tubuh lungkrah. Hari-hari penuh dengan tekanan. Jiwa betul-betul lelah.

 

Orang bisa dihantam oleh masalah dan masalah. Dari hari ke hari, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun. Tanpa henti. Anda bisa menemukan orang-orang atau masyarakat  seperti ini di manapun. Entah di negara maju atau negara berkembang, di kota atau desa, pusat atau pedalaman, di kalangan orang kaya atau orang miskin.

 

Namun tidak ada yang lebih kompleks dan ruwet dibanding masalah-masalah di daerah-daerah konflik atau perang. Kemiskinan dalam banyak dimensi. Keterbelakangan pendidikan. Buruknya kesehatan. Maraknya kejahatan. Mental korup. Mudah curiga. A lot berubah. Mudah meledak. Budaya kekerasan. Kebencian yang diturunkan dari generasi ke generasi. Semua itu adalah sekedar contoh-contoh masalah pelik di daerah-daerah konflik atau perang di manapun.

 

Apabila Anda hidup di tinggah-tengah situasi seperti itu, hanya ada dua kemungkinan ekstrem. Pertama, Anda akan lebih mudah sakit, stress, dan bisa gila; atau kedua, Anda akan tumbuh lebih berkembang dan menjadi lebih bijaksana.

 

Masalah apapun, termasuk yang paling kompleks dan ruwet, bisa menjadi guru terbaik bagi pencerahan. Semua bergantung sikap kita.

 

Bagi orang yang tercerahkan, tidak ada masalah yang abadi. Ledakan, sekuat apapun, pasti mereda dan berhenti. Ledakan bisa kembali muncul tapi pasti berhenti. Begitu seterusnya. Masalah adalah seperti ledakan. Timbul dan tenggelam. Tidak ada yang abadi. Semua masalah baginya adalah peristiwa biasa. Tidak ada masalah besar atau kecil, berat atau ringan. Segala hal datang dan pergi, muncul dan lenyap. Cara membaca seperti ini membuat jiwa tenang. Tidak mudah bergolak. Stabil. Orang seperti ini seolah sedang mengirim pesan maha penting kepada dunia, “Tenanglah. Itu hal yang biasa. Tidak usah terlalu serius.”

 

Bagi orang yang tercerahkan, tidak ada masalah yang tidak berguna. Tidak ada hal negatif terjadi tanpa hal positif pada saat yang sama. Justru karena ada ledakan masalah, hal-hal baru menjadi terbuka. Seringkali apa yang harus kita fokuskan menjadi lebih jelas. Intensi dan nurani dimurnikan. Nilai-nilai yang kita perjuangkan menjadi terang-benderang. Pemahaman akan halnya semakin diperdalam. Orang menyebutnya, “Blessing in disguise,” sebuah berkat terselubung. Orang seperti ini seolah sedang mengirim pesan penting kepada dunia, “Tangkaplah sebanyak mungkin pesan bernilai luhur di balik kritikan pedas, perlakuan kejam atau kemalangan apapun yang menimpa Anda.”

 

Bagi orang yang tercerahkan, tidak satupun masalah di luar yang bisa menggoncang jiwa, kecuali ia mengijinkannya. Jiwanya tetap tenang, damai, tidak bergolak. Tidak ada rasa takut. Tidak ada kebencian. Tidak ada kepahitan. Tutur katanya tidak berubah. Tetap lembut. Tidak kehilangan senyum ataupun tawa. Namun bisa tegas dan kehadirannya menggetarkan. Dalam situasi tekanan apapun, termasuk ketika eksistensinya terancam, ia tahu bagaimana menjadi tenang dan tetap tenang. Orang seperti ini seolah sedang mengirim pesan penting kepada dunia, “Apa yang di dalam (batin/jiwa) jauh lebih penting daripada apa yang di luar (batin/jiwa). Teguklah damai dan sukacita batiniah, sekalipun dunia terbakar.”

 

Bagi orang yang tercerahkan, tidak ada satupun masalah yang perlu dipecahkan. Solusi atas pecahan satu masalah akan menimbulkan pecahan masalah yang lain. Pasti! Jawaban atas suatu masalah sudah ada dalam masalahnya. Maka pahami keseluruhan masalahnya! Itulah cara yang lebih tepat daripada mencari penyelesaian masalah. Karena dengan memahami, kita mengatasi. Maka orang yang tercerahkan lebih siap untuk menolong orang lain. Bukan dengan cepat-cepat memberi solusi, tetapi mengajak orang lain agar sama-sama memahami. Orang seperti ini seolah sedang mengirim pesan kepada dunia, “Berhentilah untuk mengubah orang lain. Itu akan membuat Anda stress dan sakit hati. Ubahlah diri Anda sendiri dan cukup berikan cinta dan hati Anda.”

 

Bagi orang yang tercerahkan, pusat perhatiannya bukan masalah tetapi ruang batiniah. Ruang batiniah adalah ruang sebelum muncul segala bentuk sensasi, pikiran, emosi, energi, termasuk setiap masalah. Ruang batiniah adalah kecerdasan/ kesadaran/keheningan/rigpa/ kekosongan/roh/qualia. Bila orang mulai berpikir tanpa berakar pada ruang batiniah ini, seluruh proses pikiran menjadi bersifat reaktif dan superfisial. Segala keputusan beresiko keliru. Daya kreatif tersumbat dan orang tidak akan menemukan solusi terbaik, kata-kata yang tepat, tindakan yang benar. Orang seperti ini seolah sedang mengirimkan pesan penting kepada dunia, “Heninglah dan gunakan otakmu, bukan diperbudak oleh pikiranmu.”

 

Apabila jiwa kita mudah tergetarkan oleh kata-kata orang-orang tercerahkan, kita sendiri tidak jauh dari pencerahan. *

On Knowledge, Being and Consciousness (Tentang Pengetahuan, Mengada dan Kesadaran)

  • Q. I cannot have any experience of how beingness came into being because I have no knowledge of what existed before being.
  • M. This knowledge is very simple and, at the same time, very profound. Who will know all this process, the appearance of the knowingness, and finally its disappearance? The one who understands this reaches the state of Sat-Guru, but an ordinary person cannot understand this. Sat-Guru is not the child of human parents. To know these secrets, to understand these secrets, you surrender to that very principle “I Am,” and that consciousness alone will lead you to this. Presently, stabilize in the consciousness. If you don’t do that, your very concepts will be very dangerous to you – they will throttle you to death. The knowledge you are is the source of all energy, the source of all Gods, of all types of knowledge. Having heard these talks, you need not come again, you have only to abide in that conscioussness you are, that very dynamic principle because of which everything is. Stabilize yourself therein. Confirm your stability there. You are only that. This is the simplest method: you know you are, just be there.

 

  • T. Saya tidak mempunyai pengalaman bagaimana mengada menjadi ada karena saya tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang lebih dulu ada sebelum mengada.
  • M. Pengetahuan ini sangat sederhana dan sekaligus sangat mendasar. Siapa yang mengetahui semua proses ini, kemunculannya rasa tahu dan akhirnya kelenyapannya? Seseorang yang memahami ini mencapai tahapan Sat-Guru, tetapi orang biasa tidak bisa memahami ini. Sat-Guru bukanlah anak dari orang tua manusiawi. Untuk mengetahui rahasia ini, untuk memahami rahasia ini, Anda musti berserah pada prinsip utama “Aku” (I Am), dan bahwa kesadaran (consciousness) itu sendiri akan membawa Anda ke sini. Sekarang, tinggallah dalam kesadaran. Apabila Anda tidak melakukannya, konsep-konsep Anda akan sangat membahayakan diri Anda—mereka akan menggiring Anda menuju kematian. Pengetahuan sebagai Anda adalah sumber semua energy, sumber konsep Tuhan-tuhan, sumber semua jenis pengetahuan. Setelah mendengar semua pembicaraan ini, Anda tidak perlu datang lagi; Anda hanya perlu menceburkan diri pada kesadaran siapa Anda, kesadaran sebagai prinsip dinamis karena semua adalah kesadaran. Stabilkan diri Anda di sana. Pastikan kestabilan Anda di sana. Anda hanyalah itu. Ini adalah metode paling sederhana: Anda tahu siapa Anda, beradalah di sana.

(Prior to Consciousness – Talks with Sri Nisargadatta Maharaj Edited by Jean Dun, Hal. 75-76)

 

DATE ACTIVITY
02 February Day of Yoga and Mindfulness Jakarta
15 March Day of Yoga and Mindfulness Jakarta
20-25 March A week of meditation retreat Megamendung
17 May Day of Yoga and Mindfulness Jakarta
22-24 May Yoga, Mindful Gadgeting and Eco Immersion (Children 12-14 Year Old)
24-31 May 7 Days of Meditation Retreat Megamendung
17-19 July Weekend Meditation Retreat Jogja
24-26 July Yoga, Creative Writing and eco Immersion (Children 9-11 Year Old)
6 Sept Day of Yoga and Mindfulness Jakarta
9-13 Sept A week of meditation retreat Jawa Timur
2-6 December A Week of Meditation Retreat Megamendung
13 December A day of Yoga and Mindfulness Jakarta

 

Online registration: bit.ly/mtoretreat2020

Team of coaches for children program: J. Sudrijanta, SJ (Meditation Master), Siska Marsudy (Yoga Master), Hilda Lionata (Conservation Ecology), J. Proboantoro (Creative Writing for Kids).