By J. Sudrijanta
(Berikut ini adalah komentar atas teks “Doaku Terjawab Sudah”. Teks “Doa” ini sudah beredar luas di masyarakat, namun tidak jelas siapa pengarang asli dari teks ini.)

Tuhan,
Ketika kumohon padaMu kekuatan,
Engkau memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.

*Apa yang sering terjadi ketika kesulitan datang? Saat itu datang, sering kita merasa tidak mampu menghadapinya. Kita menjadi tegang, gelisah, atau takut. Kita mudah menyerah kalah. Bisa jadi kita lari menghindar apabila kita pikir itu terlalu berat untuk kita tanggung. Kalaupun merasa mampu, kita akhirnya sering merasa tidak optimal dalam menggunakan kekuatan kita.
*Kita bisa mengukur kekuatan kita. Tetapi lewat kesulitan, kita dididik agar menjadi lebih kuat. Potensi kekuatan dari dalam (inner power) sesungguhnya sudah kita miliki. Persoalannya, mengapa kita sering kali tidak bisa mengakses kekuatan itu? Kekuatan dari dalam tidak bisa bermanifestasi ke luar apabila batin kita tidak stabil. Maka penting menjaga kestabilan batin (stability of mind) dalam situasi sesulit apapun. Batin yang stabil adalah batin yang tidak tergoncang atau terganggu, baik oleh hal-hal di luar maupun di dalam batin. Ada pepatah Zen yang berbunyi, “Bagaimana caranya melampaui gunung tinggi di depan Anda hanya dalam satu langkah?” Apabila ada kestabilan, maka situasi sesulit apapun akan mudah dilampaui, seperti melampaui gunung hanya dalam satu langkah.

Puisi berikut ini bisa menjadi pengingat kita apabila kita merasa lemah:
“Jaga kestabilan batin
Dan hadapi setiap kesulitan.
Lakukan yang terbaik,
Sesuai kemampuan.
Jadilah damai.
Jangan pernah menyerah,
Apapun yang terjadi.
Apapun situasi yang ada di sekitar Anda,
Jangan pernah menyerah.”

Ketika kumohon padaMu kebijaksanaan,
Engkau memberiku masalah untuk kupecahkan.

*Apa yang kita persepsikan sebagai masalah sesungguhnya bukanlah masalah atau problem. Setiap masalah sesungguhnya hanyalah situasi baru. Segala sesuatu terus berubah dari situasi yang lama ke situasi yang baru. Apabila Anda sekarang sakit sedangkan dahulu sehat, itu adalah situasi baru. Apabila relasi Anda dengan pasangan atau keluarga sedang kacau sedangkan dahulu baik adanya, itu adalah situasi baru. Apabila keadaan financial Anda sekarang sedang sulit dan dahulu cukup baik, itu adalah situasi baru. Situasi baru musti dihadapi dengan batin yang baru. Apabila kita melihat situasi yang baru sebagai masalah atau problem, maka kita telah mendekati situasi yang baru dengan batin yang lama. Batin yang lama adalah batin yang dikondisikan oleh pengalaman-pengalaman masa lampau yang serba terbatas.
*Batin yang baru adalah batin yang bijaksana dan batin yang bijaksana mampu melihat fakta bahwa tidak ada hal yang tidak berubah. Masalahnya bukan terletak pada masalah yang dihadapi, tetapi pada batin yang tidak mau berubah. Batin yang baru adalah juga batin yang terbuka terhadap segala kemungkinan. Ia tidak tertambat pada apapun dari yang lama. Batin seperti ini selalu segar seperti batin anak-anak. Apabila kita memiliki batin yang baru dan segar, maka akan timbul antusiasme dan kreatifitas yang kita butuhkan dalam menghadapi setiap situasi baru.

Ketika kumohon padaMu kesejahteraan,
Engkau memberiku akal untuk berpikir dengan optimal.

*Pikiran sangat penting untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Tetapi pada umumnya kita tidak optimal dalam bekerja untuk kemajuan dan kesejahteraan karena lebih banyak pikiran yang kita ciptakan bersifat sia-sia, negatif, dan tidak bermanfaat. Pikiran berlari ke masa lampau atau ke masa depan, dan tidak tahan untuk bertahan di masa sekarang. Pikiran-pikiran ini menciptakan kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan, dan apa yang ditakutkan bakal terjadi hampir seluruhnya tidak menjadi kenyataan. Ketika pikiran-pikiran tidak berguna ini berakhir setiap kali disadari, maka kita bisa menggunakan pikiran yang sungguh dibutuhkan secara optimal.

Ketika kumohon padaMu sebuah cinta,
Engkau memberiku orang-orang yang bermasalah untuk kutolong.

*Apabila Anda membantu orang lain agar bebas dari penderitaan, itu disebut dengan welas asih. Apa esensi welas asih? Cinta kasih adalah esensi welas asih. Dan apa esensi cinta kasih? Kebahagiaan adalah esensi cinta kasih. Apabila saya menderita atau terluka, tidak mungkin saya mampu mencinta. Apabila saya berbuat atas nama cinta tetapi saya menderita, maka saya sedang memperkuat energi penderitaan orang lain dengan penderitaan saya. Apabila saya bahagia, maka energi kebahagiaan itu bervibrasi ke luar dan menyentuh orang-orang yang dipertemukan dengan saya. Maka dalam setiap moment perjumpaan dengan orang lain, terutama dengan orang-orang yang bermasalah, saya harus menyelesaikan lebih dulu kepedihan-kepedihan saya dan membiarkan kegembiraan mekar dalam diri saya dan bervibrasi ke luar lewat kata-kata, sikap dan tindakan saya. Hanya dengan cara demikian, saya menyediakan diri sebagai alat yang tepat untuk mendatangkan pertolongan bagi orang-orang yang dipertemukan dengan saya.


Ketika kumohon padaMu bantuan,
Engkau memberiku kesempatan.

*Rahmat Tuhan sudah disediakan bagi kita setiap saat. Persoalannya kita sendirilah yang seringkali tidak siap menerima rahmat Tuhan. Dan kita seringkali menyia-nyiakan kesempatan yang datang. Maka kita perlu setiap kali mengolah dan menyiapkan batin kita agar siap menerima rahmat Tuhan.
*Banyak kesempatan datang, misalnya kesempatan untuk menolong orang lain, untuk menciptakan kesejahteraan bersama, untuk memahami dan memecahkan setiap persoalan, kesempatan untuk bangun lagi ketika jatuh, atau kesempatan untuk menjadi lebih baik lagi. Kita perlu menegaskan diri agar tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang datang.

Tuhan,
Aku tidak pernah menerima apa yang kupinta,
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan.

*Ada banyak hal yang kita butuhkan untuk kelangsungan hidup kita baik materiil maupun spirituil. Tetapi berkah spiritual lebih fundamental dibanding berkah material. Berkah spiritual adalah perhatian, kasih, kejernihan, kedamaian, keseimbangan, kekuatan, kearifan, dst. Sekali saya mendapatkan kekuatan spiritual yang saya butuhkan, hal-hal lain yang bersifat material akan mengikuti. Tetapi kalau saya mendapatkan hal-hal material yang dipisahkan dari kualitas-kualitas spiritual, maka saya harus siap-siap untuk kehilangan lebih banyak hal.
*Alangkah indahnya hidup mengatasi segala keterbatasan karena segala kekuatan yang saya butuhkan sudah tersedia, bahkan sebelum saya memintanya. Amin