Dalam Injil dikatakan bahwa “Kerajaan Allah sudah dekat.” Apa artinya dan bagaimana kita bisa mengalami “Kerajaan Allah” tersebut?

Mari kita bertanya, “Pernahkah Anda betul-betul hidup bebas secara total dari penderitaan?” Pertanyaan berikut tidak berbeda dari yang pertama, “Pernahkah Anda betul-betul hidup dengan damai, merdeka, penuh vitalitas?” Kalau Anda pernah mengalaminya secara aktual, Anda telah mencicipi Kerajaan Allah. 

Apa arti Kerajaan Allah atau Kerajaan Surga? Kerajaan Allah adalah keadaan di mana “Allah sepenuhnya meraja”; dan ketika “Allah sepenuhnya meraja” penderitaan berakhir. Maka Kerajaan Allah bisa didefinisikan secara singkat sebagai “akhir penderitaan”. 

Bagaimana bisa masuk Kerajaan Surga? Kerajaan Surga terbuka bagi Anda setiap hari, setiap saat. Tidak ada orang lain yang bisa mengantar Anda memasuki Kerajaan Surga; Anda sendiri harus memasukinya sendiri. Untuk bisa masuk, Anda perlu tahu kuncinya dan menggunakannya secara tepat. Kunci Kerajaan Surga adalah “Saat Sekarang” (the Ultimate Present)

Untuk bisa memahami “Saat Sekarang”, kita perlu berbicara tentang “waktu”. Apa itu “waktu”? Kalau Anda berjalan dari titik tempat Anda duduk sekarang ke titik pintu di luar, maka perjalanan Anda membutuhkan waktu. Kalau sedang membangun suatu bisnis, maka Anda membutuhkan waktu untuk mencapai hasil tertentu. 

Waktu adalah pergerakan yang bisa diukur dalam hitungan detik, menit, jam, hari, tahun, dst. Ada hari kemarin, hari ini, dan hari esok. Ada minggu kemarin, minggu ini, dan minggu depan. Ada tahun lalu, tahun ini, dan tahun yang akan datang. Itulah “waktu fisikal”; disebut pula “waktu jam” atau waktu kronologis”.

Selain “waktu fisikal”, terdapat juga “waktu psikologis”. Seperti halnya “waktu kronologis”, “waktu psikologis” juga memiliki masa lampau, masa depan, dan masa kini. Masa lampau dari “waktu psikologis” adalah “memori”; masa depan dari “waktu psikologis” adalah “antisipasi”; masa sekarang dari “waktu psikologis” adalah lintasan dari “memori” yang diproyeksikan ke depan. Mari kita dalami lebih lanjut “waktu psikologis” ini. 

Semua memori adalah masa lampau; tidak ada memori masa kini. Istilah “memori dari masa lampau” sebenarnya bersifat tautologis, karena tidak ada memori yang bukan masa lampau. Semua memori, entah memori ribuan tahun lalu atau satu detik yang baru saja lewat, adalah masa lampau. Semua memori yang membangkitkan kesakitan atau kenikmatan psikologis adalah masa lampau. 

Apa yang disebut “antisipasi”? “Antisipasi” adalah “memori” yang diproyeksikan ke masa depan. “Aku ingat kenikmatan masa lampau dan aku terobsesi dan ingin untuk mengalaminya lagi dan lagi.” Pada moment itu, Anda hidup di masa depan. “Aku ingat kesakitan masa lampau dan aku terserap pada kesakitan itu dan aku takut akan mengalami peristiwa itu lagi di masa depan.” Pada moment itu, Anda hidup di masa depan. 

Dalam “waktu psikologis”, masa kini hanyalah lintasan yang berisi pergulatan dari proses-proses mental untuk menggenggam kenikmatan atau kepedihan di masa lampau dan untuk mengejar kenikmatan dan menghindari kesakitan di masa depan. Dengan demikian “Saat Sekarang” sesungguhnya tidak ada dalam “waktu psikologis”. 

Gerak “waktu psikologis” sesungguhnya adalah ilusi belaka, sumber keterpecahan, sumber penderitaan.  Sebaliknya, “Saat Sekarang” adalah satu-satunya yang nyata, saat yang bebas bebas penderitaan, bebas keterbatasan. Marilah kita lihat satu per satu.

Pertama, “Saat Sekarang” adalah satu-satunya yang nyata. 

Masa lampau sudah lewat; maka moment masa lampau sudah tidak nyata. Masa depan belum terjadi; maka moment masa depan juga tidak nyata. Disebut satu-satunya yang nyata, karena pada moment “Saat Sekarang”, tidak terdapat penerusan dari moment masa lampau dan tidak terdapat antisipasi bagi moment masa depan. 

Memori adalah impresi dari suatu kenyataan utuh yang sudah disaring oleh pikiran dan disimpan dalam kesadaran terpendam. Impresi itu sendiri adalah pecahan; maka impresi bukanlah kenyataan seutuhnya. Lihatlah ilustrasi berikut ini. Kalau Anda seorang Ibu dari 3 anak dan bertanya siapa Anda bagi mereka, maka masing-masing dari mereka akan memberikan deskripsi yang berbeda-beda? Mengapa? Karena mereka memiliki memori yang berbeda-beda tentang diri Anda dan memori tentang siapa Anda  bukanlah Anda seutuhnya. 

Maka memori sesungguhnya tidak nyata. Memori adalah bayangan yang diciptakan pikiran dan bayangan tersebut dianggap sebagai representasi diri Anda; sedangkan bayangan bukanlah kenyataan Anda yang seutuhnya. 

Kedua, masalah-masalah kejiwaan hanya ada di masa lampau yang sengaja dibawa ke masa sekarang, atau masa lampau yang diproyeksikan ke masa depan. 

Memori adalah masa lampau; pikiran dan perasaan adalah reaksi dari memori. Maka pikiran dan perasaan adalah juga masa lampau. Tidak ada pikiran dan perasaan masa kini; semua pikiran dan perasaan adalah masa lampau. Kalau Anda hari ini hidup dibebani oleh memori, pikiran dan perasaan, maka sesungguhnya Anda hidup di masa lampau. 

Semua masalah kejiwaan disebabkan oleh pikiran yang tidak dibutuhkan sebagai reaksi dari memori. Kalau memori yang adalah masa lampau tidak diproyeksikan ke masa depan oleh pikiran dan berakhir di “Saat Sekarang”, maka masalah kejiwaan juga berakhir di “Saat Sekarang”. 

Ketiga, “Saat Sekarang” adalah satu-satunya yang membawa Anda mengatasi segala keterbatasan dan mengalami transformasi yang mendalam. 

Hidup sepenuhnya pada moment “Saat Sekarang” adalah hidup tanpa pembuangan energi. Pikiran, perasaan dan reaksi-reaksi mental adalah pecahan-pecahan energi. Ketika bergerak, ia memboros-boroskan energi. Ketika pergerakan pikiran yang tidak sungguh dibutuhkan berakhir, maka terdapat energi atau vitalitas yang besar. Vitalitas inilah yang memungkinkan orang mengalami transformasi hidup batin yang mendalam dan hidup melampaui segala keterbatasannya. Kalau Anda bebas dari gerak “waktu psikologis” saat bekerja, Anda akan mengetahui ada potensi yang bermanifest dan bekerja dengan kekuatan yang melampaui pecahan kekuatan yang bersumber dari pikiran atau keakuan Anda. Seperti itulah Kerajaan Allah bekerja di “Saat Sekarang”. 

Kita tidak bisa memasuki Kerajaan Allah hanya dengan memahaminya secara konseptual. Sebaliknya dibutuhkan praktik atau latihan untuk menggunakan kunci “Saat Sekarang”. Berikut ini beberapa latihan praktis yang bisa dicoba. 

Pertama, masuklah sesering mungkin pada “Saat Sekarang”. 

Kita perlu berlatih memasuki “Saat Sekarang” sesering mungkin. Mengapa sesering mungkin? Karena kita memiliki “energi kebiasaan” untuk lebih sering berlari dari “Saat Sekarang” daripada hidup pada moment “Saat Sekarang”. 

Pada saat kita perlu menggunakan waktu kronologis untuk menghadapi atau memecahkan masalah-masalah praktis kehidupan, bisakah kita memberikan perhatian penuh tak terbagi. Kita tidak perlu menyukai atau tidak menyukai sesuatu hal untuk melakukan dan menyelesaikan hal tersebut. Ketika diperlukan untuk melakukannya, kita lakukan dengan penuh perhatian. 

Setelah hal-hal praktis selesai ditangani, kita perlu kembali ke “Saat Sekarang”. Kita tidak perlu membawa-bawa beban kegagalan atau keberhasilan dengan mengidentikkan diri dengannya. Dengan demikian, “beban waktu psikologis” setiap kali bisa dilepaskan. 

Kedua, sadari jebakan “waktu kronologis” yang diubah menjadi “waktu psikologis”. 

Bila Anda membuat evaluasi diri, melihat kesalahan dan memperbaiki diri, maka Anda sedang menggunakan “waktu kronologis”. Tetapi bila Anda terobsesi dengan rasa salah dan membuat Anda tidak bebas di masa sekarang, maka Anda menggunakan “Waktu Psikologis”. Bila Anda merencakan sesuatu di masa depan, maka Anda sedang menggunakan “waktu kronologis”. Tetapi bila Anda terobsesi dengan hasilnya dan membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak, tidak bisa menikmati setiap proses pada masa kini, maka Anda sedang menggunakan “waktu psikologis”. 

Ketiga, periksalah sesering mungkin, “Apa yang terjadi dengan diri Anda sekarang?”

Sadari pikiran tanpa berpikir-pikir, rasakan emosi tanpa terseret oleh emosi, sadari reaksi-reaksi tanpa reaksi! Kalau Anda bisa melakukan sesering mungkin, maka Anda akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk hidup di “Saat Sekarang”. Lalu Anda akan lebih sering mengalami apa artinya hidup dalam damai, kepenuhan dan kebebasan. 

Kisah berikut ini bisa menjadi ilustrasi betapa pentingnya kunci “Saat Sekarang”. 

Dulu ketika saya masih kecil, ada masa di mana saya terbiasa bermain-main tanpa sepatu atau alas kaki. Akibatnya, sering kaki saya terkena duri. Setiap kali saya bermain-main di halaman atau kebun dan terkena duri, saya berhenti sebentar dan memeriksa telapak kaki. Setelah duri ditemukan dan dicabut, saya merasa bebas untuk bermain lagi. 

Suatu saat saya merasa baik-baik saja. Tetapi setiap kali berjalan atau bermain dan kaki terantuk kerikil yang sedikit tajam, kaki saya sakit luar biasa. Beberapa kali saya periksa dan saya tidak menemukan apa-apa. Tetapi saya sering kesakitan setiap kali kaki terantuk kerikil yang sedikit tajam. Karena rasa sakit muncul terus-menerus, maka saya putuskan untuk memeriksa lebih cermat. Dengan peniti, saya sodet bagian yang terasa sakit di telapak kaki sampai dalam. Ternyata sebabnya ketahuan. Ada duri yang patah dan letaknya agak dalam. Setelah diangkat. Saya merasa bebas. 

Apakah duri bisa menyakiti Anda? Tidak bisa. Anda hanya tersakiti kalau Anda menginjak duri dan membawa duri sepanjang waktu. Gerak memori adalah seperti duri. Memori yang menyakitkan atau yang menyenangkan tidak akan mengganggu Anda kalau Anda tidak membawa-bawa sepanjang waktu. 

“Kerajaan Surga sudah dekat”. Kerajaan Surga sudah ada di hadapan Anda. Tergantung Anda ingin memasukinya atau tidak. Kalau Anda ingin memasukinya, gunakan kunci “Saat Sekarang”. Ubahlah cara Anda melihat. Bukan melihat dari masa lampau, tetapi melihat dari “Saat Sekarang”. Kalau Anda melihat segala sesuatu dari “Saat Sekarang”, maka segala sesuatu adalah sempurna seperti apa adanya.*