Testimoni LGA, 40 th. 

Setelah saya mengenal dan mempraktekkan MTO, barulah saya memahami bahwa dari masa-masa dulu pun “Kesadaranitu sudah membimbing, mengarahkan dan bekerja, walaupun pada waktu itu kotoran-kotoran batin masih begitu tebal menutupi mata. Peristiwa yang satu berganti dengan peristiwa yang lain, tanpa diatur dan tanpa diharapkan. Ternyata “Kesadaran” bertindak seperti “guru” yang memberikan pelajaran secara bertahap dalam sekolah kehidupan. Segala sesuatu telah disediakan pada saatnya dan bahkan dapat dikatakan bahwa “mujizat terjadi setiap hari”. Banyak peristiwa yang terjadi seringkali membuat saya terheran-heran; orang-orang yang ditemui dalam perjalanan juga antik dan ajaib. 

Dulu “Kesadaran” bekerja setelah selesainya peristiwa-peristiwa, hingga ada saat-saat si “Logika” menjadi diam. Tetapi sekarang “Itu” bekerja dari saat ke saat di manapun saya berada, tanpa diminta atau dipaksa; bahkan selama waktu bekerja dengan intensitas yang sangat tinggi sekalipun dan bertemu dengan orang-orang yang belum tentu paham tentang “Kesadaran”. “Itu” bekerja dengan kecerdasannya sendiri, juga saat pikiran dibutuhkan untuk menghadapi masalah-masalah praktis. “Itu” memberikan kemampuan berinteraksi luar biasa dengan orang lain—kata-kata tidak cukup mendeskripsikan realita tak-terbatas ini–sehingga “segala sesuatu yang baik”–misalnya kerendahan hati, welas asih, empati, bela rasa, dan lain sebagainya–hadir begitu saja dan berjalan dengan sendirinya. 

Saya melihat kilas balik peristiwa-peristiwa di masa lalu dan menemukan jangkar penghubung dari setiap peristiwa tersebut. Jangkar tersebut berasal dari beberapa ayat di Injil. 

  • “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. (Lukas 1:38)
  • “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Mateus 6:33-34)
  • “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.” (Yesaya 46:4)

Sejak kecil saya sudah terkesan dengan ayat-ayat di atas. Bahkan waktu saya masih gemar melakukan doa-doa ritual, ayat-ayat di atas seperti lonceng berdentang di hati; kemudian ada sesuatu yang datang melingkupi, entah berasal dari mana, menarik ke dalam dan sangat menghanyutkan. Secara otomatis ayat-ayat tersebut sering muncul bergantian dan memberikan kekuatan di kala saya sedang dalam masa sulit ataupun masa bahagia. 

Ayat-ayat Injil di atas awalnya adalah “petunjuk kebenaran” dan kini saya melihat “Kebenaran” itu sendiri dan “Itu” harus ditemukan sendiri dari saat ke saat. 

Siapa berani mencoba dan tertarik menemukan sendiri “Kebenaran”-nya?