SIG, 40 tahun, Dosen, Jakarta

Sebenarnya dalam 7 hari Retret (3 – 10 Agustus 2013) saya tidak mengalami sensasi yang menggairahkan. Yang saya rasakan justru sebaliknya, sering muncul sensasi kesemutan dan kedinginan hingga rasa jenuh atau bosan. Namun dengan praktik penyadaran,  semuanya dapat dikurangi hingga akhirnya tak mengusik pikiran lagi.

Ada beberapa moment yang menurut saya patut dicermati dalam melihat realitas, baik itu bersifat dualitas ataupun non-dualitas. Semua pemahaman ini muncul saat saya melakukan walking meditation.  Pemahaman dualistik yang sempat masuk melintas ke dalam pikiran menunjukkan bahwa semua realitas obyek yang ditangkap oleh otak adalah masa lalu, termasuk pikiran itu sendiri. Hanya kesadaran setiap saat adalah realitas yang selalu baru.

Pemahaman non-dualistik tentu saja tidak dapat dipaparkan dengan kata-kata, namun bercirikan penegasian dari pemahaman realitas itu sendiri. Pemahaman non-dualistik ini pernah muncul dalam mimpi, tiga hari sebelum mengikuti retret. Lalu dalam walking meditation pemahaman tersebut muncul kembali dan makin nyata. Saya melihat bahwa setelah menyadari pemahaman non-dualistik tentang realitas, maka pikiran rasional yang bekerja berdasarkan dualitas yang masih mencari apa itu Realitas (non-dualitas) dengan sendirinya mereda dan akhirnya pikiran tidak berusaha mencari-cari lagi.

Terima Kasih Romo Sudrijanta. Tetaplah berkarya dalam Kesadaran Murni.

Semoga Semua Mahkluk Berbahagia

Jakarta, 14 Agustus 2013

-SIG-