CH, 42 tahun, Wirausaha, Jakarta.

Retret meditasi 10 hari ternyata memberikan pengalaman yang sangat mengagumkan. Banyak terjadi hal yang seru, baru dan tak terduga. Saya benar-benar belajar hal–hal baru yang tak terpikir sebelumnya. Bahkan apa yang saya rasakan dan pikirkan tidak bisa dilakukan dan yang bukan menjadi kebiasaan saya sehari-hari ternyata bisa saya lakukan.

Saya menjadi sadar bahwa waktu 24 jam yang Tuhan berikan ternyata lama sekali dan saya lalui hanya begitu saja. Andai kita menyadari apa yang kita lakukan sehari-hari, saya yakin waktu yang kita lalui sehari-hari akan menjadi sangat efektif dan bermanfaat bagi hidup kita maupun orang-orang yang ada disekitar kita.

Saya juga menjadi sadar bahwa kehidupan kita saat ini merupakan tanggung jawab setiap pribadi yang menjalaninya. Suami atau istri, saudara, anak atau orang tua, teman atau sahabat hanya dapat memberikan dukungandan menguatkan kita dalam menjalani kehidupan ini. Tetapi tanggung jawab sepenuhnya ada di tangan kita.

Ternyata cukup menyenangkan tidak bicara selama retret. Dengan diam, kita belajar mendengar suara hati kita yang paling dalam yang selama ini tidak pernah kita sadari dan kita tidak peka terhadapnya.

Terima kasih banyak atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan kepada saya sehingga saya dapat mengikuti retret ini. Terima kasih atas perhatian panitia dan juga teman-teman yang memberikan dukungan sehingga saya dapat bertahan dalam retret selama 10 hari ini.*