Hari ini tepat 6 bulan sejak pertama saya sakit (27 November 2011 –  27 Mei 2012). Selama setengah tahun saya banyak melewati waktu di padang gurun keheningan. Sebagian besar yang saya alami telah saya sharing-kan dengan Romo saat kita bertemu 11 April 2012 lalu.

Hari ini saya membaca posting Romo tentang “Pengetahuan Intelektual dan Pengetahuan Mistikal”. Apakah seseorang baru dapat mencapai pengetahuan mistikal jika ia sampai pada pemahaman bahwa Allah tidak bisa dikenal? 

Pengalaman saya menunjukkan yang sebaliknya. Selama lebih dari 30 tahun menjadi orang Katolik, saya akui iman saya sebatas pengalaman intelektual. Allah adalah sesuatu yang tak dikenal secara pribadi, hanya sebatas bacaan dalam Kitab Suci. Namun, setelah lebih banyak tinggal dalam keheningan dan mengalami penggodokan selama 6 bulan terakhir, saya dapat memahami Allah secara berbeda. Ia memang tidak bisa dikenal secara langsung, karena Ia adalah Roh. Namun, dalam pribadi Kristus bukankah kita dapat melihat gambaran nyata Allah? Saya kini dapat memahami Kitab Suci bukan sebatas doktrin atau pengetahuan tangan kedua, melainkan sesuatu yang memiliki energi Ilahi melampaui akal budi.

Saya kira Romo pun telah mengalami yang sama, saat Romo menulis renungan-renungan Romo yang dimuat dalam buku Revolusi Batin adalah Revolusi Sosial. Di situ Romo mengulas dengan jelas pribadi Yesus dalam kaitan dengan ketiadaan diri dan kesatuan dengan Yang Ilahi. Romo banyak mengutip ayat-ayat Kitab Suci. Saya pernah mengatakan dalam salah satu e-mail kepada Romo, bagi saya buku Revolusi Batin adalah masterpiece. Dan saya merindukan tulisan-tulisan Romo yang menggugah seperti itu.

 Terima kasih atas doa dan perhatian Romo. Secara fisik, kesehatan saya pulih. Menu makan sudah agak bervariasi dan makan cukup banyak dan serta tidak lagi bergadang di atas pukul 00.*

CS